Di era teknologi
informasi yang berkembang pesat seperti saat ini, seringkali kita merasa dekat
dengan saudara, teman, dan sahabat hanya karena sering `bertegur sapa` dengan
saling meninggalkan komentar di fesbuk, atau sekadar saling berkomunikasi di
BBM, line, whatsapp, dan media sosial lainnya.
Memang, kereta zaman telah
melaju dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi dan membawa kita kepada
sebuah area yang serba instan. Sebagai makluk sosial, kehadiran media sosial
yang berkembang pesat dewasa ini tentu memberi andil yang sangat besar dalam
memudahkan kita melakukan interaksi sosial tanpa harus dibatasi oleh ruang dan
waktu. Namun, komunikasi melalui dunia maya saja tidak cukup dalam interaksi
sesama manusia. Kita tetap membutuhkan pertemuan fisik di `dunia nyata`
dengan sahabat dan teman lama untuk
me-refresh dan menyegarkan kembali persahabatan kita.
Secara psikologis,
komunikasi antar manusia dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal.
Komunikasi verbal secara sederhana dapat diartikan sebagai komunikasi dengan
bahasa yang merupakan simbol suara yang disepakati bersama, baik lisan ataupun
tulisan. Bahasa menjadi salah satu alat komunikasi verbal yang biasa kita
gunakan untuk mengekspresikan perasaan-perasaan yang ada di dalam diri kita.
Akan tetapi, menurut Joe Navarro, seorang mantan agen FBI yang sekaligus pakar
perilaku non-verbal, dalam komunikasi sehari-hari ternyata manusia hanya
menggunakan komunikasi verbal pada prosentase 35-40 persen saja. Artinya,
komunikasi non-verbal dalam interaksi antar manusia justru lebih banyak dengan
prosentase kisaran 60-65 persen.
Komunikasi non-verbal
di sini bisa berupa gesture dan ekspresi wajah ketika berbicara, atau suasana
gembira yang terproyeksikan pada gerak tubuh teman-teman kita ketika bercanda
bersama, yang semua itu tidak bisa diwakili hanya dengan komentar-komentar di
fesbuk ataupun emotion-emotion di whatsapp, line, BBM, dan media sosial
lainnya. Oleh karenanya, bertemu secara fisik dengan teman dan sahabat sangat
penting. Terutama jika kita sudah cukup lama tidak bertemu dengan mereka.
Bertemu secara fisik juga sekaligus akan meningkatkan kualitas persahabatan.
Dengan bertemu secara fisik, persahabatan akan jauh memiliki makna daripada
hanya sekadar saling mengucap sapa di dunia maya. ***

