#

Senin, 05 Oktober 2009

AWAN HITAM DI LANGIT BAGHDAD


Oleh:
Fahri Hidayat

Kondisi umat Islam saat itu memang berada diujung tanduk. Kekuatan politik Islam yang sebelumnya berada di bawah kendali Kholifah Dinasti Abbasiyah kini telah terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri sendiri-sendiri . Kholifah pada masa itu tidak lebih hanya sebagai simbol yang fungsi kontrolnya sangat dibatasi. Belum lagi konsisi di Istana Bagdad sendiri sangat memprihatinkan. Para Kholifah periode akhir Dinasti Abbasiyah itu hanya menjadi penikmat warisan kejayaan leluhurnya. Sejarah keemasan Islam yang pernah diraih oleh Dinasti itu hanya tinggal sebuah dongeng yang selalu dibangga-banggakan. Jangankan untuk mengembangkan eksistensi kekuatan Islam sebagai penopang dakwah, untuk mempertahankan apa yang sudah ada saja tampaknya begitu susah bagi Dinasti ini, jika mempertimbangkan konflik intenal dalam tubuh umat islam yang sangat sering terjadi.

Walaupun kerajaan-kerajaan kecil itu mengakui eksistensi Kholifah Dinasti Abbasiyah sebagai pemersatu, namun Kholifah tidak memiliki wewenang untuk ikut campur urusan kerajaan. Sultan yang memimpin sebuah kerajaan islam diberi kekuasaan penuh atas wilayahnya. Kondisi seperti ini sudah tentu akan melemahkan Kekuatan Islam dimata dunia. Dan memang itulah yang terjadi.


Pada saat yang sama, jauh di sebelah barat Kota Bagdad, suku-suku liar dari Pegunungan Mongolia sedang gencar-gencarnya melakukan ekspansi ke negeri-negeri yang berbatasan dengan wilayah mereka. Setelah sebelumnya mereka sukses menaklukan China, menundukkan Rusia, serta menghancurkan India bagian utara, kini negeri-negeri Islam yang dijadikan sasarannya.

Bangsa Mongol adalah bangsa nomad yang memiliki watak kasar dan suka berperang. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang berani menghadang kematian demi merealisasikan cita-citanya.

Angkatan Militer Mongol terus menggelombang dan menyebarkan intimidasi yang luar biasa bagi masyarakat maupun para penguasa di pelosok negeri. Karena mereka dikenal sangat kejam dan bengis . Apabila mereka telah menaklukan sebuah wilayah, maka senantiasa mereka akan menghancurkan setiap bangunan yang telah dibangun, membunuh dan menyiksa penduduknya, membakar dan meluluhlantakkan segalanya tanpa ampun. Sungguh mengerikan!

Pada tahun 1258 M tentara mongol dibawah komando Hulago Khan akhirnya sampai didepan pintu gerbang Ibu Kota Khilafah Islam, Bagdad. Dengan kekuatan 200.000 prajurit mereka mengepung kota itu selama kurang lebih 40 hari. Penduduk yang berada didalam kotapun dicekam ketakutan yang tidak dapat digambarkan lagi jika membayangkan apa yang akan terjadi jika Pasukan Mongol yang biadab itu dapat menembus pintu gerbang dan berhasil masuk kota.

Akhirnya, melalui sebuah tipu muslihat Hulago Khan berhasil memancing Kholifah Al-Musta`shim Billah, keluarga, dan para pembesar Istana untuk keluar menghadapnya dengan janji sebuah jaminan keselamatan. Namun, ketika rombongan Kholifah sudah sampai di depan pintu gerbang kota sambutan Hulago Khan sungguh diluar dugaan. Dia meringkus Kholifah dan para pengawalnya serta membunuhnya dengan sangat kejam dan tidak manusiawi. Setelah itu tentara mongol yang haus darah itupun segera masuk dan membanjiri kota Bagdad.

Sungguh mengerikan peristiwa itu, bangunan-bangunan bersejarah yang megah dihancurkan, penduduk disiksa dan dibunuh seperti binatang, perpustakaan dibakar, buku-buku tulisan para ilmuan muslim yang telah dihimpun selama berabad-abad ditenggelamkan di sungai eufrat. Bahkan dikisahkan bahwa sampai-sampai air yang mengalir disungai eufrat berwarna hitam karena tinta. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Dinasti Abbasiyah di Bagdad dan dengan sendirinya umat islam berada dibawah pemerintahan Raja Hulago yang menyembah matahari.

Inilah sepenggal kisah yang tentu menyacat hati siapapun yang mengenangnya. Sebuah episode kelam yang pernah dicatat oleh sejarah. Kejayaan Islam dibawah naungan Dinasti Abbasiyah yang pernah diraih oleh Harun Al-Rasyid hanya tinggal kenangan sejarah yang diabadikan dalam bait-bait sya`ir dan puisi.
(sumber: http://fahrihidayat.blogspot.com)